Gurnica, courtesy; classicalartsuniverse.com

Tahukah Anda, apa cara terbaik hari ini yang sangat tepat untuk memprotes perang? Bagaimana Anda bisa mempengaruhi jumlah terbesar dari banyak orang diattts bumi ini? Kita kembali pada tahun 1937, Picasso mengungkapkan kemarahannya terhadap perang dengan melukis Guernica, lukisan seukuran mural besarnya yang diperlihatkan kepada jutaan pengunjung di Paris World’s Fair. Sejak itu menjadi cara yang ampuh paling kuat di abad kedua puluh terhadap perang, sebuah lukisan yang masih terasa sangat relevan saat ini.

Gurnica sebagai AntiWar Icon

Kekuatan emosional paling pada lukisan berasal dari ukurannya yang luar biasa, sekitar 11 kaki  tingginya dan 25 kaki lebarnya. Guernica bukanlah lukisan yang Anda amati dengan detasemen spasial; rasanya seperti menyelubungi Anda, membenamkan Anda pada sosok dan tindakan yang lebih besar dari kehidupannya. Dan meskipun ukuran banyak figur merujuk pada tradisi panjang lukisan sejarah Eropa, lukisan ini berbeda karena lebih menantang daripada menerima gagasan perang sebagai heroik. Nah, jadi mengapa Picasso melukisnya?

Kita lihat pada tahun 1936, Picasso (yang adalah orang Spanyol) diminta oleh pemerintah Republik Spanyol yang baru terpilih untuk melukis sebuah karya seni untuk Paviliun Spanyol di Pameran Dunia 1937 di Paris. Tema resmi Pameran adalah perayaan teknologi modern. Namun Picasso melukiskan sebuah lukisan politik yang terang-terangan, suatu subjek di mana ia telah menunjukkan sedikit tujuan pada saat itu. Apa yang terjadi dan menginspirasi dari karya tersebut?

Picasso dengan karya yang paling terkenal, Guernica tentu saja merupakan pernyataan politiknya yang paling kuat, yang dilukis sebagai reaksi langsung terhadap praktik pemboman kasual Nazi yang menghancurkan kota Guernica, Basque, selama Perang Saudara Spanyol.

Thema Guernica menjelaskan tragedi perang dan penderitaan yang ditimbulkannya pada setiap individu, khususnya warga sipil yang tidak bersalah. Karya ini telah memperoleh status monumental, menjadi pengingat abadi akan tragedi perang, simbol anti-perang, dan perwujudan perdamaian. Selesai Guernica ditampilkan di seluruh dunia dalam sebuah tur singkat, menjadi terkenal dan diakui secara luas. Tur ini membantu membawa Perang Saudara Spanyol menjadi perhatian dunia.

Penggabungan gaya pastoral dan epic dapat dilihat pada karya ini. Penggunaan  warna yang minim dapat mengungkapkan kisah drama, menghasilkan kualitas reportase seperti dalam rekaman foto. Guernica berwarna biru, hitam dan putih, setinggi 3,5 meter (11 kaki) dan lebar 7,8 meter (25,6 kaki), kanvas berukuran mural yang dilukis dengan minyak. Lukisan ini bisa dilihat di Museo Reina Sofia di Madrid.

Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 1
Guernica Pablo Picasso dipajang di Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofía di Madrid, 2009.
Bruce Bennett—Courtesy; Getty Image News/Thinkstock

Analisis Guernica oleh Pablo Picasso

Guernica diciptakan oleh Picasso untuk mengekspresikan kemarahannya atas pemboman Nazi atas kota Basque di Spanyol utara, yang mana lukisan ini dipesan oleh Jenderal Franco. Sejak itu, kanvas hitam-putih yang monumental ini telah menjadi simbol genosida internasional yang dilakukan selama masa perang. Seperti karya besar lainnya dari lukisan Spanyol berjudul The Third of May 1808 karya Goya, Guernica adalah kecaman bergambar atas pembunuhan berdarah dingin dan tanpa wajah dari orang tak berdosa.

Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 2
The mother, from Reina Sophia’s Rethinking Guernica website.- courtesy; guernicaremakings.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 3
The lamp bearer, from Reina Sophia’s Rethinking Guernica, courtesy; guernicaremakings.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 4
The woman in motion, from Reina Sophia’s Rethinking Guernica, courtesy; guernicaremakings.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 5
Kuda yang sekarat ada cahaya yang menyala-nyala (sebagai simbol bom pembakar yang jatuh di kota), courtesy; guernicaremakings.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 6
Seorang wanita dengan mulut terbuka tampaknya telah menjulurkan kepala dan lengannya melalui jendela (pengamatan yang mengerikan),courtesy;guernicaremakings.com

Pada saat itu, Picasso yang bertempat tinggal di Paris, telah ditunjuk sebagai direktur kehormatan di pengasingan Museum Prado, Madrid. (Kunjungan terakhirnya ke Spanyol terjadi pada tahun 1934 dan ia tidak pernah kembali.) Setelah selesai, mural itu dipamerkan di Paris, di tengah meningkatnya dukungan bagi partai-partai fasis di Perancis dan negara-negara Eropa lainnya, di mana ia menimbulkan kontroversi yang cukup besar dengan gaya Kubisnya, melukis tokoh dan tema politiknya. Setelah Paris, ia melakukan perjalanan ke Amerika, di mana karya tersebut dipamerkan di Museum Seni San Francisco serta Museum Seni Modern di New York. Dan setelah itu terus melakukan tur secara luas di Amerika Utara dan Eropa, tetapi Picasso menolak untuk mengembalikannya ke Spanyol sampai demokrasi telah dibangun kembali.

Komposisi dan Interpretasi

Guernica penih dengan simbolisme, karya yang masif, berukuran tinggi 3,5 meter (11,5 kaki), dan lebar 7,8 meter (25,5 kaki). Meskipun dikemas dengan citra kesedihan yang menunjukkan penderitaan manusia dan hewan, lukisan itu dilukis dalam monokrom, menggunakan palet abu-abu, hitam, dan putih. Mungkin Picasso ingin memberikan lukisannya suatu lapisan realisme foto jurnalistik; atau mungkin skema warna suram di malam hari melengkapi bentuk-bentuk yang bergerigi dan wajah-wajah yang dilanda teror, dan menambahkan rasa panik serta teror. Walau bagaimanpun, kurangnya warna memberi dampak tambahan pada bentuk-bentuk kubis yang rata, dan mampu menambah drama karya dengan memungkinkan Picasso untuk menyoroti wajah-wajah kunci dan benda-benda berwarna putih.

Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 7
Pablo Picasso Working on Guernica, courtesy; www.theartpostblog.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 8
Pablo Picasso Working on Guernica, courtesy; www.widewalls.ch
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 9
Picasso di depan Guernica, courtesy; shop.magnumphotos.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 10
Pablo Picasso berdiri di Guernica dalam studionya di Grands-Augustins, Parigi 1937.National Museum of Art Reina Sofía, Madrid
courtesy; Photo: Dora Maar, VEGAP, Madrid, 2017/elpais.com

Guernica adalah sebagai contoh relatif yang terlambat dari Kubisme, seperti Weeping Woman (1937, Tate Gallery, London) – dieksekusi dengan gaya yang lebih realistis daripada (katakanlah) karya-karya Kubisme analitis, seperti Girl With Mandolin (1910, Museum dari Modern Art, NY), meskipun berbagi palet monokrom. Ungkapan Cubist lain yang dikembangkan oleh Picasso dan Georges Braque (1882-1963), adalah Kubisme sintetis, gaya yang memasukkan bahan-bahan baru (seperti kolase) ke dalam permukaan gambar.

Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 11
Kanan: Guernica – Eksposisi Universal Paris, 1937.Kiri: kedatangan Guernica di Madrid, courtesy; www.theartpostblog.com
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 12
Staf museum mengemas Guernica Pablo Picasso, 1937 untuk pengiriman ke Spanyol, 8 September 198, courtesy; Mali Olatunji/moma.org
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 13
Pekerja museum menggantung Guernica- Pablo Picasso, courtesy; publicdelivery.org
Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 14
Picasso’s Guernica, image by Joaquín Cortés and Román www.widewalls.ch – courtesy;

Mengamati apa  yang digambarkan di Guernica adalah sebuah ruangan yang penuh dengan orang dewasa, anak-anak dan hewan yang terlihat bergerak,meronta, menjerit dan sekarat. Sebagian besar gambar individu juga simbol. Pada sebelah kiri, seekor lembu jantan (kejantanan pria) ditikam oleh pecahan peluru yang bergerigi (luka-lukanya ditambah kepasifan menunjukkan pria dalam kesulitan) berdiri di atas seorang wanita yang meratap dengan seorang anak yang mati di lengannya (gambar pieta, penderitaan lama dari wanita dalam perang). Di tengah karya terlihat seekor kuda (mewakili orang-orang tidak bersalah) meringkik kesakitan karena cedera parah di sisinya. Di bawah kuda tersebut adalah sisa-sisa prajurit yang hancur; dalam genggaman tangan di lengannya yang terputus oleh sebuah pedang yang patah dan dari mana bunga tumbuh.

Pada telapak tangannya, tanda-tanda stigmata Kristus terlihat, menunjukkan kemartiran. Di atas kuda yang sekarat ada cahaya yang menyala-nyala (sebagai simbol bom pembakar yang jatuh di kota), yang juga mengingatkan pada bola lampu di sel penjara (penyiksaan). Di sebelah kanan kudanya, seorang wanita dengan mulut terbuka tampaknya telah menjulurkan kepala dan lengannya melalui jendela (pengamatan yang mengerikan). Di tangannya dia memegang lampu yang menyala. Wanita lain yang bingung bergerak dari kanan ke arah cahaya di tengah (korban linglung). Di ujung kanan ruangan, sesosok makhluk berteriak kesakitan saat dilalap api (korban tanpa dosa).

Guernica memilki banyak symbol dan fragmen lain. Diantaranya termasuk seekor merpati (kedamaian), bagian dari tubuhnya yang membentuk celah yang memancarkan cahaya di dinding (harapan); serta titik-titik pisau sebagai pengganti lidah banteng, kuda dan wanita meratap (mungkin menunjukkan ketajaman rasa sakit mereka). Selain itu, ada dua yang diduga ‘gambar’ tersembunyi’ telah diidentifikasi: tengkorak manusia yang bentuknya dibentuk oleh lubang hidung dan gigi atas kuda; dan tengkorak dari kepala seperti banteng yang dibentuk oleh sudut kaki depannya.

Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 15
Guernica denngan reruntuhan, 1937, courtesy; (German Federal Archives, bild 183-H25224)

September 1981, Guernica dipindahkan dari MOMA di New York ke The Cason del Buen Retiro, sebuah ruangan dari kompleks Museum Prado di Madrid. Dan pada tahun 1992, ia pindah ke galeri yang dibangun untuk rumah koleksi seni modern nasional Spanyol abad ke-20,  khusus di Museo Reina Sofia

Guernica sebagai Anti War Icon dari Pablo Picasso 16
Pablo Picasso, courtesy; image via pinterest.com

Catatan: Duplikat yang dibuat dalam bentuk permadani lukisan Guernica Picasso dipesan oleh pengusaha Nelson Rockefeller pada tahun 1955, setelah Picasso menolak untuk menjual aslinya. Ditampilkan dari 1985 hingga 2009 di dinding Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City di pintu masuk Dewan Keamanan, dipindahkan ke Museum Seni San Antonio selama periode 2009 hingga 2012, sebelum dikembalikan ke PBB.

 

author; Fitrajaya Nusananta

D) Sumber bibliografi:

  • https://classicalartsuniverse.com/pablo-picasso-guernica-surrealism-art/
  • https://www.khanacademy.org/humanities/art-1010/cubism-early-abstraction/cubism/a/picasso-guernica
  • http://www.visual-arts-cork.com/paintings-analysis/guernica.htm
  • https://www.britannica.com/topic/Guernica-by-Picasso
  • https://legomenon.com/guernica-meaning-analysis-of-painting-by-pablo-picasso.html
  • https://www.pablopicasso.org/guernica.jsp
  • https://madartlab.com/my-eyes-brain-and-common-sense-cry-for-thee-picasso/
  • https://www.theartpostblog.com/en/picasso-guernica/
  • https://www.widewalls.ch/pablo-picasso-guernica/
  • pinterest.com
  • https://shop.magnumphotos.com
  • http://guernicaremakings.com/re-looking-at-picassos-guernica/
  • http://www.columbia.edu/itc/history/winter/w3206/edit/guernica.html
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Guernica_(Picasso)
  • https://publicdelivery.org/pablo-picasso-guernica/