Marto dimulai setelah Mas Puguh Tjahyono menemukan suatu tempat, rumah kosong di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang akhirnya diputuskan untuk tempat kreatifitas seni dan budaya atau, art centre.Tujuan art centre ini untuk membantu para seniman muda dalam pengungkapan aktifitas seni dan budaya.

Inspirasi dari nama Marto karena sekitar lokasi yang ditemukan masih banyak hutannya, nama Marto bisa diartikan mart [ pasar ] ataupun master of art. Tahun lalu 10 Oktober 2018 adalah opening Marto Art Centre. Marto dari bahasa Jawa Kawi memiliki arti lain yaitu adil, baik, kemakmuran. Karena sekeliling lokasi masih banyak pepohonan, pembabatannya sangat dibutuhkan, dan dilihat dari cerita Jawa kuno,  dimaksudkan seperti Sang Bima membabat hutan untuk dibangun sebuah kerajaan. Bima membuat kerajaan yg dinamakan Amartapura , Indraprasta, Batana kawarsa. Akhirnya Mas Puguh Warudju menamakan tempat ini menjadi Marto Art Centre.

MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 1
Puguh Tjahjono, saat melihat menikmati lukisan karya anak berkebutuhan khusus di pameran lukisan Paramuda, Rabu 19 Desember 2018. (Tempo/Muhammad Kurnianto), courtesy; seleb.tempo.co
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 2
S. Prisade, kurator pameran lukisan Paramuda saat melihat karya peserta, Rabu 19 Desember 2018. (Tempo/Muhammad Kurnianto), courtesy; seleb.tempo.co.
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 3
Pameran lukisan bertajuk Parade Jakarta 2018., courtesy; busy.org
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 4
Aktifitas dalam even kreatifitas seni di Marto Art Space, courtesy; Marto Art Space
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 5
Even workshop lukis di Marto Art Space, courtesy; Marto Art Space
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 6
Diskusi yang dipandu Ireng Halimun ini menghadirkan narasumber Merwan Yusuf dan Puguh Tjahyono berlangsung pada Sabtu, 16 Februari 2019, malam, courtesy; busy.org
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 7
Para pengunjung pada salah satu pameran seni rupa di Marto Art Centre, courtesy; busy.org
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 8
Puguh Tjahyono sebagai founder Marto Art Centre memberikan wejangan tentang seni rupa pada saat pameran lukisan bertajuk Parade Jakarta 2018, courtesy; busy.org

Visi dari Marto adalah tempat berkumpul, sharing pemikiran, ide dan gagasan, dalam rangka membangun seni dan budaya ditanah air. Dan tentunya mempunyai tujuan Marto Art Centre dapat menjadi barometer kesenian di Indoenesia.

Tak lepas juga sebagai tempat kajian yang membina sharing refrensi, akselarasi, pusat studi, laboratorium seni, tempat berpameran. Disetiap pameran akan diadakan workshop serta pelatihan kursus dan lain sebagainya.

Jangkauan komunitas termasuk seni & budaya. Sastra, puisi, sekolah seni, tari, keramik, patung, batik serta aktifitas seni rupa lainnya. Komentar dari Mas Puguh Warudju.

FX Jeffrey Sumampouw, Direktur Program Marto ArtCentre menjelaskan;

Dan tak bisa dipungkiri bahwa bejana inspirasi, imajinasi, dan fantasi kita sebagai seniman seharusnya tak akan pernah kering ketika menyadari bahwa kita hidup dan berada di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. Meskipun titik fokus pengelolaan Marto ArtCentre ada pada jalur seni rupa, namun Marto merupakan wahana titik temu lintas seni dan kreatifitas, di mana kami pun memberikan ruang ekspresi bagi sastra, teater, tari, musik, disain, bahkan seni fotografi dan seni digital. Visi dan misi Marto adalah membantu menumbuh kembangkan apresiasi bagi seni budaya dan hasil kerja kreatif sambil membangun wacana. Marto juga menjadi Galeri dan Beranda alternatif di Jakarta dalam jangkauan yang luas, baik secara nasional, maupun internasional, karena kami terus berupaya untuk membangun jaringan dengan pelaku-pelaku seni dari kalangan apresian di dalam maupun di luar negeri. 

Irawan Karseno, Kurator, Mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta berpendapat dalam suatu pameran;

Keberagaman kebudayaan Indonesia telah membuat posisi Indonesia menjadi sejajar dan sepadan, bahkan dikagumi melebihi bangsa-bangsa dari benua Eropa, Afrika, dan Amerika. Namun keterpukauan kita  akan kekayaan sumber daya alam Indonesia kemudian telah membuat kita terlena, lalu sengaja atau tidak sengaja telah menelantarkan potensi-potensi  keragaman akan budaya kita tadi.

Munculnya Undang-Undang nomor 5 tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan yang berbasis pada UUD 1945, pasal 32, ayat 1 yang berbunyi : “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”, merupakan salah satu upaya-upaya demi mendayagunakan potensi kebudayaan kita, dimana akan segera diimplementasikan kedalam praktek kebijakan yang membuktikan bahwa negara amat memahami akan pentingnya sektor kebudayaan untuk dikelola dengan lebih baik.

Dengan azas-azas untuk melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan, maka UU no.5 tentang Pemajuan Kebudayaan ini akan mendorong rakyat Indonesia untuk dapat berekspresi seluas-luasnya sekaligus berperan aktif dalam peradaban dunia. Di sisi lain, berbeda dengan pengertian kata “Nusantara” yang memiliki sejarah menjadi “koloni”, maka pengertian akan kata “Indonesia” seharusnya merupakan kesepakatan bersama dari ribuan suku-suku untuk bersama-sama menggalang tujuan demi mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan bahagia.

Konsekwensinya, dengan jumlah yang kecil, masyarakat pedalaman di hutan Kalimantan atau suku-suku laut di Indonesia Timur, mempunyai hak yang sama dengan suku-suku yang berjumlah lebih besar. Dengan kata lain, UU no.5 tentang Pemajuan Kebudayaan menjadi payung akan kesamaan dan kesetaraan hak bagi masyarakat, yakni hak Sosial, hak Ekonomi, hak Politik, dan …. Hak untuk Ekspresi Budaya. Sehingga dengan regulasi hukum yang kuat memayungi kebebasan berekspresi, serta wilayah keragaman budaya yang sangat luas, maka sudah seharusnya lahir karya-karya seni budaya yang berkwalitas.

Saya kira, hal inilah yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan “Pameran Pelukis Nusantara” , sejalan dengan visi dan misi dari Marto ArtCentre. Ke-20 orang Pelukis yang datang dari berbagai wilayah, dengan keunikan gaya lukis dan tema yang mereka sajikan, semoga menjadi bukti akan keberagaman kekayaan seni budaya kita.

Hari ini adalah 1 tahun Marto Art Centre

Marto Artcentre adalah komunitas seni yang dikelola oleh Jeffrey, Puguh, dan kawan-kawan sebagai ruang kreatif. Para pendirinya memang perupa, namun ruang ini terbuka untuk seniman dari semua kalangan. “Jika ada kawan-kawan yang mau meluncurkan buku, baca puisi, diskusi sastra, teater, silakan di sini,” ujar Jeffrey ketika saya main ke sana pada suatu kali. Tiap akhir pekan, Marto mengadakan kelas senirupa hingga membatik. Mereka juga rutin mengadakan pameran.

MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 9
Syukuran 1 tahun Marto Art Centre, pada foto; Merwan Yusuf, Puguh Tjahyono dan Jeffrey Sumampouw, courtesy; Marto Art Centre
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 10
Syukuran 1 tahun Marto Art Centre, courtesy; Marto Art Centre
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 11
Syukuran 1 tahun Marto Art Centre, courtesy; Marto Art Centre
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 12
Syukuran 1 tahun Marto Art Centre, courtesy; Marto Art Centre
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 13
Syukuran 1 tahun Marto Art Centre, courtesy; Marto Art Centre
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 14
Syukuran 1 tahun Marto Art Centre, courtesy; Marto Art Centre

Semoga kita harap bersama, Marto Art Centre pada usianya yang muda ini dapat langgeng kedepannya dengan mempresentasikan even-even yang berguna bagi para seniman, budayawan, musikus ataupun para pelajar dan mahasiswa.

Lokasi

Lokasi Marto sangat mudah dijangkau. Jika Anda naik kereta (jurusan Jakarta-Bogor), turunlah Stasiun Tanjungbarat, Jakarta Selatan. Dari sana, Anda bisa naik ojek online dengan ongkos tak sampai Rp 15.000. Jika naik angkutan umum, dari arah Taman Ismail Marzuki (TIM), misalnya, turunlah di perempatan Rumah Sakit Fatmawati. Dari sana, Anda bisa naik ojek online mungkin dengan ongkos Rp 5.000. Jika senang olah raga, mungkin dengan berjalana kaki 15 menit sudah sampai. Jalan Pondok Labu 1 berada di antara RS Fatmawati dan Pasar Pondok. Kalau masih “gelap”, kontaklah pengelola MartoArt di nomor 081288390820.

MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 15
Lokasi Marto Art Centre, courtesy; Google Maps.
MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 16
Penulis, Fitrajaya Nusananta saat berkunjung ke Marto Art Centre, courtesy; Marto Art Centre

 

author; Fitrajaya Nusananta

MARTO ART CENTRE, Satu Tahun Wahana Titik Temu Lintas Seni dan Kreatifitas 17

d] sumber bibliografi;

  • https://steemit.com/indonesia/@musismail/hoax-merajalela-seniman-di-mana
  • https://inspirasipost.com/seknas-fitra-membaca-kartini-di-marto-art-hari-ini
  • https://busy.org/@imansembada/imansembada-1550325409263–pameran-dan-diskusi-seni-lukis-kaligrafi-
  • https://www.msn.com/id-id/hiburan/celebrity/melihat-lukisan-16-pelajar-jakarta-tak-kalah-dengan-orang-dewasa/ar-BBRdgU5
  • http://paintingontshirt.com/uncategorized/workshoppelatihan-pot-painting-ont-shirt-di-galeri-marto-pondok-labu/
  • https://www.talangrimboarthouse.com/2019/02/tasyakur-pameran-tunggal-novandi-doa.html