courtesy; Marto Art Centre

Terhitung sejak tahun 1984 sd 2014 sekitar 25 kali melakukan kegiatan Pameran lukisan bersama dan tunggal, di antaranya di Jakarta (TIM, Galeri Ancol, Balai Budaya, Kebudayaan Perancis, Galeri O house, Milenium dan lain-lain), di Shini Art Gallery Campuhan Ubud Bali, di Galeri CEMETI Yogyakarta, di Maruki Gallery, di Hirakata City Gallery, Tokyo Metropolitan Art Museum. Lukisan Munadi cenderung bergaya Abstrak Ekspresionis.Belajar melukis secara otodidak dan bergabung di sanggar Garajas Bulungan Jakarta Selatan.Bekerja sebagai pelukis, membuat kartun dan guru lukis anak-anak.

KONSEP ESTETIKA MUNADI

Hidup manusia sama dengan pohon, pohon menghasilkan buah, manusia juga menghasilkan buah, yakni; pemikiran, karya, ilmu pengetahuan, budaya dan teknologi. Namun di dalam kehidupan terkadang terjadi konflik perang, ketegangan yang berujung penderitaan.Doa-doa dipanjatkan demi mendapatkan ketenangan, keselamatan dan kedamaian hidup bersama di dunia.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 1
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

PUG WARUDJU, Direktur Marto Art Centre

Gagasan idealisme terhadap ikatan emosional yang primordial  terhadap diskursus pertanian tradisional  tidak disampaikan dengan gaya ungkap yang juga tradisional. Namun tempaan pengalaman estetika dan artistik yang diperoleh dari kesanggaran dan pergaulan seni rupa modernis, membuat Munadi menempatkan dirinya lempang melintas dalam tabiat seni rupa kontemporer. Munadi mengindentifikasi potret dirinya melalui ekspresi seni rupa. Layaklah kemudian potret diri Munadi ini mengartikan bahwa ia benar-benar mempersembahkan kepada masyarakat sebuah paket sajian; Agro Visual Art ala Munadi. Dengan sajian karya-karya seni rupa, Munadi sepertinya hendak memperkuat signal terhadap arus problematika pertanian kontemporer.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 2
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

BENG MUSA MAZMURI, Kolektor – Art Lover

Melihat, menilik, mencoba menghayati, menghayati, memahami karya Munadi, saya mengambil kesimpulan ini adalah karya perenungan. Sapuan, goresan spontan, bebas, luwes tidak rumit, tidak ruwet dan warna-warni yang memberikan keteduhan, ketenangan memberikan keteduhan, ketenangan membawa kita ke alam perenungan, komunikasi, tanggung jawab makhluk hidup, manusia khususnya terhadap alam semesta, mother of nature dan Sang Pencipta.

Karya-karya Munadi ada yang bisa kita cerna, pahami karena kepolosan, keluguan dalam bertutur baik dalam figur, bentuk atau warna, ada juga kita harus menerka-nerka kedalaman misteri dari karya dan pesan yang ingin disampaikan oleh Munadi. Selanjutnya Beng Musa Mazmuri mengutip; Art is contemplation, it is the pleasure of the mind which searc h into nature. And which there divines the spirit of which Nature herself is animated (Auguste Rodin).

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 3
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

KURNIA TJAHAJA, [ sahabat Munadi ]

Sebagai sahabat yang saya mengenal  Munadi sejak dia melukis di Pasar Seni Ancol menyukai melihat karya-karyanya yang memiliki karakter. Dia juga mahir dalam menggunakan kertas sebagai media lukisnya. Dari tema lukisannya bercerita mengenal sosok yang mengingatkan kita untuk merenungkan perbuatan-perbuatan kita dan kondisi di dunia saat ini.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 4
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

WINA ARMADA SUKARDI, Jurnalis, Pecinta Seni

Munadi tak peduli terhadap klarifikasi aliran. Dia hanya berkarya. Mau digolongkan karya lukisan abstrak, kontemporer, karikatural dan sebagainya, buat Munadi tidaklah penting. Baginya yang utama adalah menghasilkan karya-karya sesuai dengan pemikirannya. Apakah hal itu dimengerti oleh masyarakat sekarang atau baru puluhan tahun kedepan, bagi Munadi tak ada beban sama sekali.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 5
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

KEJUJURAN JIWA MUNADI

Seorang Munadi memilki jiwa yang unik, bagi kebanyakan pelukis mereka menyesuaikan gelora, gejolak jiwa dan pemikirannya dengan tuntutan “estetika praktis” yakni komposisi bentuk ruang atau warna pada karya-karyanya. Munadi sebaliknya ´dia tidak pernah menundukkan hasrat, gelora dan gejolak jiwa serta tuntutannya pada tuntutan “ estetika prakris” komposisi ruang bentuk dan warna. Bagi Munadi kebutuhan dan tuntutan jiwa  tidak boleh ditawar-tawar. Justru komposisi ruang, bentuk dan warna yang harus menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan hasrat gelora dan gejolak jiwa dalam pemikiran. Munadi sejak awal sangat konsisten dengan sikap tersebut. Dengan cara seperti itulah kita dapat memahami makna dari karya-karya Munadi. Menyimak karya Munadi semuanya menyesuaikan suasana hati dan pikirannya.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 6
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

Melalui Pameran Tunggal Munadi yang malam ini dimulai di Marto Art Centre dengan tajuk “ Potret Diri “ mulai tanggal 20 – 30 Oktober 2019 ini dimaksudkan untuk dapat mempresentasikan catatan-catatan visual tentang perjalanan hidupnya sejak kecil berkelindan dengan dunia pertanian. Munadi lahir  di bumi Betawi yang kala itu sangat dikenal dengan dunia tradisi dan agri budaya. Ayah Ibunya yang memang sebagai petani, hidup berkebun dan menjual hasil buminya ke pasar.

Dari peristiwa ke peristiwa sampai menjelang remaja kegiatan agronomi yang dijalankan oleh orang tuanya banyak memberikan inspirasi perenungan dan penghayatan Munadi pemaknaan hidup yang bergulir. Idiom, metaphor,  serta simbol-simbol tradisi sebagai alat ekspresi dan sumber  (terasi ) pemakanaan yang dialetik (dalam konteks masyarakat pertanian). Disesapnya sebagai potensi kultural dalam merajut progresi intelektualnya. Sikap pandang dialektik tentu makin menguat tatkala atmosfir pertanian dikenyam oleh periodesasi ayah dan ibu, makin kedepan suka atau tidak suka  kian bertempur dengan lajunya perdaban teknologi dan struktur habitat perkotaan.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 7
Karya Munadi, courtesy; Marto Art centre

Lanscape pertanian di kawasan Cileduk Tangerang yang dulu adalah kawasan pribadi keluarganya, kini tak lagi menghamparkan sawah hijau atau kemudian menguning tak terlihat lagi perkebunan yang teduh semarak segar disela empang membentang. Sebaliknya sudah mulai sudah mulai pada pemukiman gedung-gedung dan hiruk pikuk kendaraan lalu lalang. Munadi selain tak lagi menikmati semangat suka cita untuk mengikuti sang ayah memikul hasil panen dan menjualnya ke pasar dengan segala romantisme komunikasi masyarakat di pasar. Munadi adalah seorang typical creative obsessional, kegelisahan kreatifnya tak mampu diam. Romantisme masa lalunya yang selalu kuat mengiang justru dijadikannnya sebagai sumber ide kreatif  yang dia terapkan pada objek-objek lukisannya. Wacana simbolistik dengan segala pemaknaan di bidang cocok tanam, pepohonan, sayur mayur dan buah-buahan serta bebungaan menjadi idiom-idiom narasi visual seorang Munadi untuk mengaktualisasikan bahkan mempertanyakan kembali nilai-nilai kemanusiaan hangat dipermukaan.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 8
Penulis bersama Munadi, didepan karyanya yang berjudul Intropeksi, courtesy; Marto Art centre

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 9
Dari kiri ke kanan, Puguh Warudju [ Direktur Marto Art Centre ], Reri [Business Development Marto Art Centre] dan penulis Fitrajaya Nusananta
Melihat jiwa dari karya Munadi  saya melihat tema karyanya bisa dilihat juga dari sosok mastro  kelahiran Rusia – Perancis  yang aktif pada abad kedua puluh, Marc Zakharovich Chagall (1887 – 1985) yang bekerja di berbagai media tetapi paling terkenal dengan lukisannya. Selama waktunya, ia adalah seniman Yahudi terkemuka di dunia dan sejak itu disebut sebagai “seniman Yahudi klasik abad kedua puluh”. Chagall terkenal karena penggunaan warna yang brilian untuk menarik perhatian penonton. Karya-karyanya biasanya hidup dan imajinatif dan sering menggabungkan Kubisme dan Fauvisme dengan gaya marginalnya.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 10
Marc Chagall: Elementary/Middle, courtesy; https://www.masterworksfineart.com

Chagall adalah anak tertua dari sembilan bersaudara. Nama keluarga, Shagal, adalah varian dari nama Segal, yang dalam komunitas Yahudi biasanya didapatkan dari keluarga Lewi.  Ayahnya, Khatskl (Zachar) Shagal, dipekerjakan oleh pedagang ikan haring, dan ibunya, Feige-Ite, menjual bahan makanan dari rumah mereka. Ayahnya bekerja keras, membawa tong-tong besar tetapi menghasilkan hanya 20 rubel setiap bulan (upah rata-rata di Kekaisaran Rusia adalah 13 rubel per bulan).

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 11
Marc Chagall (1887-1985)
Les trois cierges, courtesy; https://www.christies.com

Chagall juga menggambarkan motif ikan “karena menghormati masa lalu dan pekerjaan ayahnya”, tulis penulis biografi Chagall, Jacob Baal-Teshuva. Chagall menulis tentang tahun-tahunnya seperti berikut; Hari demi hari, musim dingin dan musim panas, pada jam enam pagi, ayah saya bangun dan pergi ke sinagoge. Di sana ia mengucapkan doanya yang biasa tertuju untuk orang mati atau lainnya. Sekembalinya ia menyiapkan samovar, minum teh dan pergi bekerja. Pekerjaan jahat, pekerjaan budak-budak. Mengapa mencoba menyembunyikannya? Bagaimana ceritanya? Tidak ada kata yang akan meringankan nasib ayahku … Selalu ada banyak mentega dan keju di meja kami. Roti mentega, seperti simbol abadi, tidak pernah lepas dari tangan kekanak-kanakan saya.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 12
Cows over Vitebsk (1966) by Marc Chagall, courtesy; https://my-artwork.com

Kritikus seni Robert Hughes menyebut Chagall sebagai “seniman Yahudi klasik abad kedua puluh” (meskipun Chagall melihat karyanya sebagai “bukan impian satu orang, tetapi seluruh umat manusia”). Menurut sejarawan seni Michael J. Lewis, Chagall dianggap ” dari generasi terakhir pertama dari modernis di Eropa”. Selama beberapa dekade, ia “juga dihormati sebagai seniman Yahudi terkemuka di dunia”. Menggunakan medium kaca patri, ia menghasilkan jendela untuk katedral Reims dan Metz, jendela untuk PBB dan Institut Seni Chicago, dan Jendela Yerusalem di Israel. Dia juga membuat lukisan berskala besar, termasuk bagian dari langit-langit Opera Paris.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 13
Marc Chagall – Daphnis Dream and the Nymphs, courtesy; https://gspawn.com

Sebelum Perang Dunia I, ia melakukan perjalanan antara Saint Petersburg, Paris, dan Berlin. Selama periode ini ia menciptakan campuran dan gaya seni modern sendiri berdasarkan idenya tentang budaya rakyat Yahudi Eropa Timur. Dia menghabiskan tahun-tahun masa perang di Soviet Belarus, menjadi salah satu seniman paling terkemuka di negara dan anggota dari avant-garde modernis, mendirikan Vitebsk Arts College sebelum berangkat lagi ke Paris pada tahun 1922.

Dia memiliki dua reputasi dasar, tulis Lewis: sebagai pelopor modernisme dan sebagai seniman besar Yahudi. Ia mengalami “zaman keemasan” modernisme di Paris, di mana “ia mensintesis bentuk-bentuk seni Kubisme, Simbolisme, dan Fauvisme, dan pengaruh Fauvisme memunculkan Surealisme”. Namun selama fase-fase gayanya ini “ia tetap menjadi seniman Yahudi yang paling empati, yang karyanya adalah lamunan kehidupan yang panjang di desa asalnya, Vitebsk. Ketika Matisse meninggal,” kata Pablo Picasso pada 1950-an, ” Chagall akan menjadi satu-satunya pelukis yang tahu warna apa sebenarnya “.

Sebagian besar yang diketahui tentang kehidupan awal Chagall berasal dari otobiografinya, My Life. Di dalamnya, ia menggambarkan pengaruh besar yang dimiliki budaya Yahudi Hasid terhadap kehidupannya sebagai seorang seniman. Chagall menceritakan bagaimana ia menyadari bahwa tradisi-tradisi Yahudi tempat ia tumbuh dengan cepat menghilang dan ia perlu mendokumentasikannya. Vitebsk sendiri telah menjadi pusat budaya yang berasal dari tahun 1730-an dengan ajarannya yang berasal dari Kabbalah. Sarjana Chagall, Susan Tumarkin Goodman, menjelaskan tautan dan sumber seninya ke rumah awalnya: Seni Chagall dapat dipahami sebagai respons terhadap situasi yang telah lama menandai sejarah Yahudi Rusia. Meskipun mereka adalah inovator budaya yang memberikan kontribusi penting bagi masyarakat yang lebih luas, orang Yahudi dianggap sebagai orang luar dalam masyarakat yang sering bermusuhan … Chagall sendiri dilahirkan dari keluarga yang sarat dengan kehidupan keagamaan; orang tuanya adalah orang Yahudi Hasida yang taat yang menemukan kepuasan rohani dalam kehidupan yang ditentukan oleh iman mereka dan diorganisasi dengan doa.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 14
courtesy; Marto Art Centre

Kembali pada Pameran Tunggal Munadi kali ini di Marto Art Centre, seperti yang di bilang oleh Kurnia Tjahaja bahwa bahwa Munadi mampu menghibur pecinta seni untuk menikmati karya-karyanya, memngingatkan kita semua lebih dekat pada Tuhan yang Maha Esa, sosok yang memonitoring prilaku kita didunia. Dari konteks religius ini, seorang Munadi ada dalam Marc Chagall, dua jiwa, dua manusia sebagai seniman yang memilki latar belakang yang hampir sama, datang dari keluarga marginal dan juga religius.

Pengalaman keseharian keduanya, masa kecil dari sejarah panjang keluarga yang bertarung dengan kehidupan namum pada sisi religius yang tetap dipertahankan. Serta ide-ide yang ditampilkan pada karya-karya Munadi, seperti yang saya tampilkan disini, jiwa Chagal yang disertakan, semangat warna-warna marginal dikemukakan, membentuk sisi estetika tetap sebagai insterest point pada setiap karyanya. Munadi ada dalam jiwa Chagall, sekurangnya saya bisa sebutkan, seorang Munadi adalah Marc Chagallnya Indonesia.

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 15
Lokasi Marto Art Centre, courtesy; Google Maps

Selamat berpameran Mas Munadi.

author; Fitrajaya Nusananta

MUNADI in CHAGALL, Emotional Mood & Mind Idealism at Marto Art Center 16

d] sumber bibliografi;

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Marc_Chagall
  • https://www.learnodo-newtonic.com/marc-chagall-famous-paintings
  • https://www.marcchagall.net/
  • https://www.facebook.com/marto.artcentre.7
  • http://cahyaarts.blogspot.com/p/painting-for-sale.html
  • https://steemit.com/indonesia/@musismail/hoax-merajalela-seniman-di-mana
  • https://busy.org/@imansembada/imansembada-1550325409263–pameran-dan-diskusi-seni-lukis-kaligrafi-
  • https://indeksnews.com/2019/10/13/marto-art-center-satu-tahun-wahana-titik-temu-lintas-seni-dan-kreatifitas/
  • https://inspirasipost.com/seknas-fitra-membaca-kartini-di-marto-art-hari-ini/
  • https://www.msn.com/id-id/hiburan/celebrity/melihat-lukisan-16-pelajar-jakarta-tak-kalah-dengan-orang-dewasa/ar-BBRdgU5