Art World

Peaceful Ambience dari Lampu Hias Batok Kelapa

Peaceful Ambience dari Lampu Hias Batok Kelapa 21

Lampu hias dari batok kelapa, courtesy; atlantissagri.com

Kita sama ketahui bahwa tempurung kelapa, yang kita buang setelah mengekstraksi daging dapat digunakan untuk membuat banyak barang kerajinan. Para pengrajin telah menggunakan batok kelapa untuk membuat pencahayaan dekoratif yang sederhana. pencahayaan ini dapat digunakan di pesta-pesta, selama festival atau acara-acara lainnya, yang hanya memakan biaya sedikit dan pembuatannya beberapa jam saja.

Ukiran batok kelapa, kerajinan tangan penduduk asli di Bali, Indonesia. 

Salah seorang pengusaha aneka kerajinan, Nyoman Sujana, di Gianyar, mengatakan, pihaknya dengan bermodalkan limbah tempurung yang dimodifikasi dengan tali pandan dan pelepah pisang, menjadikan produk batok kelapa itu bernilai seni dan semakin banyak diminati anak-anak muda asing maupun dalam negeri yang ke berkunjung Bali.

Tempat lilin, courtesy; beatriz13out.blogspot.com
Lampu pandan gantung, courtesy; www.etsy.com
Lampu lilin gantung, courtesy; www.etsy.com
Lampu sudut hias, courtesy; atlantissagri.com
Lampu hias dari batok kelapa, courtesy; www.etsy.com
Lampu sudut ruang tidur, courtesy; www.novica.com
Lampu sudut ruang tamu, courtesy; www.123rf.com
Lampu gantung dari batok kelapa, courtesy; beatriz13out.blogspot.com
Lampu hias ruang tamu, courtesy; www.123rf.com
Lampu hias ruang tamu, courtesy; www.123rf.com
Lampu hias ruang tamu, courtesy; www.123rf.com
Lampu hias ruang tamu, courtesy; www.123rf.com

Tidak mengherankan jika aneka barang kerajinan berbahan baku tempurung kelapa ini kerap ditemui di setiap pusat perbelanjaan di daerah kota wisata seperti Bali, Jogjakarta dan tempat wisata lainnya.

Dilihat pada kondisi tersebut menyebabkan perajin Bali dinilai cukup kreatif oleh masyarakat dalam mengembangkan aneka barang bernilai seni, untuk mata dagangan ekspor, walaupun bahan bakunya disulap dari barang yang sebelumnya mungkin tidak berguna.

Batok kelapa yang masih ada sabutnya; courtesy; www.databisnisekonomi.com
Batok kelapa yang sudah akan diolah menjadi kerajinan, courtesy; www.databisnisekonomi.com
Alat-alat yang dibutuhkan untuk mengukir batok kelapa, courtesy; www.nusabali.com
Pengrajin mengukir batok kelapa untuk dijadikan lampu hias, courtesy; www.thejakartapost.com
Hasil setelah diukir dan siap untuk proses pewarnaan, courtesy; www.thejakartapost.com
Bapak Nyoman Sujana sedang mengukir batok kelapa didepan tokonya, courtesy; www.nusabali.com

Oleh karena itu, Nyoman Sujana merasa salut kepada pemerintah yang sempat memamerkan aneka barang kerajinan dari batok kelapa bersama hasil tenunan, endek pada setiap pelaksanaan pameran pembangunan maupun Pesta Kesenian Bali (PKB) sehingga masyarakat semakin mencintainya.

Haisl kerajinan lampu hias dari batok kelapa, courtesy; www.nusabali.com

Yang artinya barang kerajinan batok kelapa semakin dikenal masyarakat internasional, disamping hasil kerajinan bernilai seni itu sudah banyak memasuki pasar ekspor, terutama ke Eropa, Amerika, Australia, Kanada dan Asia lainnya.

Selanjutnya Nyoman Sujana menyebutkan, kerajinan batok kelapa banyak dijajakan untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai ragam bentuk. Mulai dari aksesoris perempuan seperti jepitan, bingkai foto, hingga perabotan rumah tangga layaknya sendok dan mangkuk.

Author; Fitrajaya Nusananta

D] sumber bibliografi;

Exit mobile version