Ulap Doyo, Kain Tenun Khas Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-sebagai-kebanggan-kalimantan-timur/

Seperti kita ketahui pulau Kalimantan memiliki kekayaan budaya berupa berbagai jenis tekstil tradisional yang menyimpan keunikan dan kekhasan tersendiri. Ulap Doyo adalah salah satu produk tekstil tradisional tersebut. Kain tenun ini menjadi semacam identitas bagi Suku Dayak Benuaq yang mendiami sebagian wilayah Kalimantan Timur. Motif yang spesifik, proses pembuatan, bahan baku dari tenun ini menjadi warisan budaya tak ternilai dari masyarakat Dayak Benuaq.

Tenun Ulap doyo merupakan jenis tenun ikat berbahan serat daun doyo (Curliglia latifolia). Bahan bakunya adalah dari daun yang berasal dari tanaman sejenis pandan yang berserat kuat dan tumbuh secara liar di pedalaman Kalimantan, salah satunya di wilayah Tanjung Isuy, Jempang, Kutai Barat.

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 1
Ulap Doyo, Kain Tenun Asal Kalimantan Timur, courtesy; By Scarf Media on August 26, 2019

Sebelum digunakan sebagai bahan baku tenun, daun ini harus dikeringkan dan disayat mengikuti arah serat daun hingga menjadi serat yang halus. Serat-serat ini kemudian dijalin dan dilinting hingga membentuk benang kasar.

Setelah menjadi benang-benag kasar daun doyo kemudian diberi warna menggunakan pewarna alami dari tumbuhan. Warna-warana yang umum ditemukan antara lain merah dan cokelat. Warna merah berasal dari buah glinggam, kayu oter, dan buah londo. Adapun warna cokelat diperoleh dari kayu uwar.

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 2
Kain Tenun Ulap Doyo,courtesy; https://helloindonesia.id/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 3
Hingga kini teknik pembuatan tenun ulap doyo sulit dikuasai oleh wanita diluar Suku Dayak Benuaq, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 4
Ulap Doyo merupakan jenis kain tenun ikat khas dari suku Dayak Benuaq, cpurtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 5
Teknik pembuatan tenun ulap doyo diduga muncul hampir sama dengan Kerajaan Hindu Kutai, courtesy; https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ulap-doyo-nilai-kearifan-lokal-dalam-tenun-warisan-dayak-benuaq
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 6
Tehnik pembuatan tenun ulap doyo diwariskan secara turun temurun di kalangan wanita Dayak Benuaq, courtesy; https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ulap-doyo-nilai-kearifan-lokal-dalam-tenun-warisan-dayak-benuaq

Sejak berabad-abad silam tenun ulap doyo sudah diduga dikenal, bahkan diperkirakan usianya hamper sama dengan usia keberadaan Kerajaan Hindu Kutai. Hal ini dikuatkan dengan temuan antropologi yang menyebutkan ada korelasi antara motif pada tenun ulap doyo dengan strata sosial dari kelompok masyarakat pemakainya.

Dapat dilihat secara umum, motif dalam kain ulap doyo terinspirasi flora dan fauna yang ada di tepian Sungai Mahakam atau tema peperangan antara manusia dengan naga. Motif yang terdapat pada kain pun menjadi identitas si pemakai. Motif waniq ngelukng, misalnya, yang digunakan oleh masyarakat biasa, sedangkan motif jaunt nguku digunakan kalangan bangsawan atau raja. Pembedaan strata sosial ini mengindikasikan adanya sistem kasta yang berlaku dalam masyarakat, seperti yang terdapat pada Hindu.

Tenun ulap doyo melalui proses pembuatan yang diwariskan secara turun temurun melalui suatu proses yang unik. Kaum wanita Dayak Benuaq mulai menguasai proses pembuatan tenun ini sejak usia belasan tahun secara spontan, tanpa melalui proses latihan. Penguasaan tehnik ini hanya dengan melihat proses kerja para wanita yang lebih tua seperti ibu dan sesepuh mereka secara berulang-ulang. Karena transfer keterampilan yang berlangsung secara unik ini, hampir dipastikan sulit menemukan orang yang menguasai tehnik tenun ulap doyo di luar Suku Dayak Benuaq.

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 7
Pengerajin Tenun Ulap Doyo sedang memintal daun doyo untuk dijadikan benang, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 8
Pengerajin Tenun Ulap Doyo melakukan proses pewarnaan, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/

 

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 9
Wujud tumbuhan doyo beserta buahnya yang berwarna kemerahan, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 10
Tanaman doyo banyak tumbuh di Kalimantan Timur, antara lain di Tanjung Isuy, Kutai Barat, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 11
Daun dari tumbuhan doyo dikeringkan, kemudian disayat hingga membentuk serat halus, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 12
Serat-serat daun doyo dijalin dan dilinting menjadi benang kasar seperti ini, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 13
Benang doyo diberi warna dengan pewarna tumbuhan seperti buah glinggam, kayu oter, buah londo dan kayu uwar, courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/

Pada tahun 2013, tenun ulap doyo ditetapkan sebagai “Warisan Budaya Tak Benda Nasional, yang mana Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur turut mengangkatnya hingga ditetapkan sebagai warisan nasional tersebut. Warisan kain tenun ulap doyo ini tentunya bukan menjadi kebanggan masyarakat suku dayak saja melainkan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

Keikutsertaan pengrajin tenun ulap doyo dalam ajang New York Now pada bulan Agustus 2018 lalu. Ini tentunya menjadi kebanggaan dan bukti bahwa tenun ulap doyo memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam event Internasional.

Suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur adalah yang memilki seni menenun ulap doyo ini. Disebut Doyo karena bahan utamanya adalah serat Daun Doyo. Daun Doyo dipilih sebagai bahan tenun karena seratnya yang kuat untuk dijadikan benang. Perempuan suku Dayak Benuaq membuat tenun dalam bentuk pakaian, tas, kemeja, celana, dompet, dan lain sebagainya.

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 14
Ulap Doyo, Kain Tenun Khas Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur, courtesy; Ilustrasi (Foto: http://blog.samdhana.org)

 

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 15
Meski zaman berubah tenun ulap doyo tetap bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, courtesy; https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ulap-doyo-nilai-kearifan-lokal-dalam-tenun-warisan-dayak-benuaq

Sejak masa Kerajaan Kutai, tenun ulap doyo ini sudah sangat terkenal, yang mana pada saat itu masih berlaku pembedaan sosial berdasarkan kelas dan strata. Berdasarkan usia Kerajaan Kutai dan kondisi masyarakat kala itu yang beragama Hindu, Tenun Ulap Doyo diperkirakan telah ada dan berkembang sebelum abad ke-17. Dahulu, motif Tenun Ulap Doyo bisa dijadikan pertanda/ciri atau identitas sosial sesorang.

Ulap Doyo adalah seni menenun untuk  mewujudkan ekspresi dari keyakinan masyarakat suku Dayak Benuaq, di Kalimantan Timur. Tenun Ulap Doyo dapat digunakan oleh laki-laki maupun perempuan dalam acara adat, tari-tarian, dan dalam kehidupan sehari-hari suku Dayak Benuaq. Tenun Ulap Doyo yang dikenakan sehari-hari berwarna hitam, sedangkan Tenun Ulap Doyo yang berwarna-warni dan bermotif digunakan dalam upacara-upacara adat. Penggunaan motif dan ragam hias memiliki nilai estetika dan nilai fungsional yang bersifat rohaniah.

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 16
Motif dari kain ulap doyo mencerminkan identitas pemakai dan strata sosialnya, courtesy; – https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 17
Salah satu contoh ulap doyo, courtesy; https://budaya-indonesia.org/Ulap-Doyo-Kain-Tenun-Khas-Suku-Dayak-Beuaq/

Pada motif naga melambangkan kecantikan seorang wanita, motif limaratau perahu melambangkan kerjasama, motif timang atau harimau melambangkan keperkasaan seorang pria, motif tangga tukar toray atau tangga rebah bermakna melindungi usaha dan kerjasama masyarakat, dan berbagai motif yang lain.

Dalam penggunaan warna juga mengandung makna simbolik tertentu. Misalnya, warna hitam pada daster dan sarung atau kain panjang artinya adalah pemakainya memiliki kemampuan dalam menolak sihir hitam (sihir jahat). Jika pada warna hitam tersebut terdapat garis-garis putih, maka menandakan bahwa pemakainya dapat mengobati segala bentuk sihir dan juga dapat mengobati segala bentuk penyakit.

Tumbuhan doyo umumnya tumbuh di lahan pinggiran hutan dan ladang. Serat daunnya diketahui sangat kuat untuk dijadikan benang.

Dan sedikitnya ada empat jenis varietas doyo yang biasa dijadikan bahan tenun, yaitu doyo temoyo, pentih, biang, dan tulang.

Pada awalnya perempuan suku Dayak Benuaq yang mendiami wilayah tersebut awalnya menenun kain tradisional doyo untuk dijadikan bahan pakaian sehari-hari maupun upacara dan tarian adat.

Dari waktu kewaktu pada perkembangannya, ulap doyo kemudian diubah menjadi berbagai kerajinan tangan berbahan dasar kain seperti dompet, tas, hingga hiasan dinding.

Sejak akhit tahun 1970, Desa Isuy mulai dikenal sebagai Sentra Kerajinan Tenun Ulap Doyo. Hasil kerajinan tangan yang berciri keras dan kasar ini ternyata diminati pelancong domestik dan mancanegara. Pada tahun 2016, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Barat mematenkan kepemilikan kain tenun ulap doyo.

Keistimewaan

Keistimewaan t berkualitas tinggi karena melalui proses ramah lingkungan. Seluruh bahan pembuatnya didapat secara alami. Termasuk pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan.

Hasil pembakaran damar atau serat daun pohon kebuau yang direbus dengan serat daun doyo akan memperoleh warna hitam. Warna merah diperoleh dari batu lado atau batu alam, biji buah gelinggang, dan kulit batang pohon uar. Warna hijau diperoleh dari daun putri malu, warna kuning dari umbi kunyit, dan warna coklat dari akar kayu oter.

Untuk dapat digunakan sebagai bahan baku tenun, daun doyo perlu disayat mengikuti arah serat daun hingga menjadi serat halus sambil dibilas di air sungai. Teknik ini disebut juga dilorot. Serat lalu dijemur agar kering, kemudian dijalin dan dilinting hingga membentuk benang kasar. Benang ini biasanya diberi pewarna alami, baru ditenun menjadi kain.

Tenun Ulap Doyo, Warisan Dayak Benuaq Yang Mendunia 18
Hasil karya seniman Ulap Doyo yang dijadikan tas , courtesy; https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/

Keseluruhan teknik pembuatan tenun ikat doyo menghabiskan waktu cukup lama hingga sebulan. Pada awal dipetik, total ada 20 tahapan yang perlu dilalui. Terutama pada saat menenun, harus dilakukan hati-hati jika tak ingin mengulang dari awal.

Oleh karena itu, tak sembarang orang bisa menguasai teknik ini. Perempuan Dayak Benuaq sudah menguasai proses pembuatan tenun sejak usia belasan, di mana sejak kecil mereka sudah meresapi dan mempelajari cara menenun dari perempuan yang lebih tua.

Untuk upaya perlindungan dan pelestarian, ulap doyo kembali ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda untuk kedua kali bersama 32 kain tradisional lainnya seperti dilansir CNN Indonesia di Jakarta, Kamis (24/8/17).

Yang lebih mengejutkan, tenun ini pun kian mendunia karena pernah dipakai untuk acara fesyen di luar negeri, dan banyak digemari oleh masyarakat Internasional.

author; Fitrajaya Nusananta

 

D) Sumber bibliografi:

  • https://beritagar.id/artikel/piknik/tenun-ulap-doyo-khas-dayak-benuaq
  • https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-ekspresi-karya-sang-seniman/
  • https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ulap-doyo-nilai-kearifan-lokal-dalam-tenun-warisan-dayak-benuaq
  • https://diskominfo.kaltimprov.go.id/tenun-ulap-doyo-sebagai-kebanggan-kalimantan-timur/
  • https://helloindonesia.id/
  • http://blog.samdhana.org
  • https://1001indonesia.net/ulap-doyo-kain-tenun-khas-suku-dayak-benuaq-di-kalimantan-timur/
  • https://1001indonesia.net/ulap-doyo-kain-tenun-khas-suku-dayak-benuaq-di-kalimantan-timur/
  • https://budaya-indonesia.org/Ulap-Doyo-Kain-Tenun-Khas-Suku-Dayak-Beuaq/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Tenun_Ulap_Doyo
  • https://www.scarfmedia.id/amp/ulap-doyo-kain-tenun-asal-kalimantan-timur/
  • https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ulap-doyo-nilai-kearifan-lokal-dalam-tenun-warisan-dayak-benuaq